ERIC JOHNSON – GITARIS KALEM DENGAN PERMAINAN SEREM - Amazingbook

Penampilannya kalem, tapi kalo pegang gitar keluar semua auranya. Apalagi kalo udah maenin gitarnya, udah pasti bikin semua orang terperangah dan ketagihan karena sound, teknik, dan komposisi permainan gitarnya yang unik, kalem, tapi seeereeeeem.

Seperti itu kurang lebih deskripsi singkat mengenai Eric Johnson, pria ini memang memiliki keunikan dalam permainan gitarnya, bahkan bisa dibilang tidak ada gitaris yang menyamai karakter dan gaya permainannya. Gitaris ini lahir di tengah keluarga musisi.

Seorang saudara laki-lakinya merupakan sosok gitaris, dan tiga saudara perempuannya mahir bermain piano. Maka tak heran, ketertarikan Eric terhadap alat musik tumbuh sejak usianya kecil.

Awalnya, dia belajar memainkan piano, dan pada usia 11 tahun beralih ke gitar. Permainannya dipengaruhi gaya dari bermacam gitaris seperti Mike Bloomfield, Chet Atkins, Stevie Ray Vaughan, Ric Vailley, Wes Montgomery, Jerry Reed, Bob Dylan, Django Reinhardt, Jimi Hendrix dan Jeff Beck. Tak butuh waktu lama bagi Eric untuk mulai mengembangkan permainan gitarnya yang unik.

Musisi kelahiran Austin, Texas, 17 Agustus 1954 ini memang cepat belajar segala hal termasuk membuat komposisi musik dan juga permainan improvisasi live dengan sangat hebat. Eric Johnson tidak sekedar piawai bermain gitar, tapi juga sosok pianis, penulis lagu, dan vokalis, sebagai musisi dia layak disebut sebagai musisi serba bisa. Tapi dunia mengenal Eric Johnson sebagai pemain gitar.

Pada usia 15 tahun, Eric pun mulai mengikuti pentas bersama band rock Mariani. Lima tahun berselang, Eric bergabung dengan band The Electromagnets yang mengusung gaya fusion. Namun kebersamaan mereka hanya bertahan selama empat tahun. Pada 1978, Eric merilis album bersama bassis Kyle Brock dan drummer Billy Maddox.
Di tahun 1981, dia memutuskan untuk kembali berkonsentrasi pada karir solonya. Sepertinya ini adalah pilihan yang sangat tepat, karena karirnya sebagai gitaris solo sangatlah melesat. Lagu-lagunya seperti Cliffs of Dover dan Manhattan menjadi lagu solo gitar yang legendaris.

Pada tahun 1991, Eric berhasil memenangkan Grammy Award untuk kategori Best Rock Instrumental Performance. Penghargaan bergengsi itu diraih berkat kesuksesan penjualan platinum album Ah Via Musicom yang dirilis tahun 1990.

Tercatat sudah 9 album solo gitar yang dihasilkan. Selain itu Eric Johnson juga pernah bermain dalam G3 pada tahun 1997 bersama dengan Steve Vai dan juga Joe Satriani. Pada tahun 2006 Eric Johnson kembali bermain dalam G3 bersama dengan Joe Satriani dan John Petrucci di America Selatan.

Dia bahkan mendapat julukan "salah satu gitaris paling dihormati di planet ini" versi majalah Guitar Player. Eric handal memainkan musik dalam berbagai genre mulai dari akustik, jazz, country, western, fusion, folk sampai new age.

Banyak orang yang beranggapan jika rahasia dari permainan Eric Johnson adalah dari peralatan yang dia gunakan, padahal bukan itu semata. Man Behind Gun tetap berlaku, otak, jiwa, dan jari-jari Eric Johnson tetap berada dibalik permainannya yang khas dan hebat.

Gitar yang digunakannya adalah Fender Stratocaster dan Gibson ES 335. Sedangkan untuk amplifiernya menggunakan Dumble dan juga Marshall.

Dalam bermain gitar jangan hanya berpikir tentang alat yang digunakan, tapi pertajam pengetahuan, teknik, referensi, dan latih kemampuan mengaransemen hingga bisa menciptakan karakter permainan yang unik seperti halnya Eric Johnson.

Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber

Amelia Hapsari
- Kontributor WWW.AMAZINGBOOKS.CO –
Adi Jarot Pamungkas
- Pimpinan Redaksi Amazing Music -

Hilangkan stress mu dengan Coloring books "Good Bye Stress" dari Amazingbooks
Febri Valentino - Indonesia