YNGWIE MALMSTEEN – SHREDDER NEO CLASSICAL YANG MELEGENDA - Amazingbook

yngwie_malmsteen_by_middeneaht

Nama besar Yngwie Malmsteen terkenal di seantero dunia. Banyak penghargaan ia raih sepanjang karirnya bermusik. Salah satunya gelar Gitaris Pendatang Baru Terbaik yang dianugerahkan oleh berbagai majalah dan media. Jalan menuju kesuksesan itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Berikut beberapa hal menarik yang bisa dipetik dari perjalanan hidup sang gitaris shredder ini. Yngwie telah membuktikan pencapaian sukses tidak hanya butuh bakat, tapi juga kemauan dan kerja keras.

  1.  Sempat Ogah Belajar Main Gitar

Di masa kecilnya, Yngwie mencoba belajar memainkan piano. Namun ternyata ia tidak dapat menguasai alat musik itu. Gitar akustik yang dihadiahkan oleh ibunya saat ia berumur 5 tahun juga hanya dibiarkan teronggok. Hasratnya terhadap musik berubah 180 derajat usai menyaksikan sebuah acara yang mengulas kematian Jimi Hendrix. Saat itu, Yngwie masih berusia 7 tahun.

Untuk menuntaskan rasa penasarannya, Yngwie membeli gitar Fender Stratocaster yang harganya murah. Awalnya, Yngwie belajar memainkan lagu-lagu Deep Purple yang banyak dipengaruhi aliran klasik rock. Sejalan dengan kekaguman Yngwie terhadap gitaris Deep Purple, Ritchie Blackmore, dia pun mulai meramu perpaduan musik klasik dengan musik rock atau sering disebut dengan neo classical.

  1.  Dicap Pembuat Onar

Lars Johann Yngwie Lannerback atau Yngwie Malmsteen dilahirkan di Stockholm, Swedia tanggal 30 Juni 1963. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini tumbuh menjadi sosok yang liar dan susah diatur. Bahkan di sekolah, Yngwie dikenal sebagai tukang pembuat onar dan sering berkelahi.
Tapi dibalik keliarannya itu, Yngwie memiliki bakat terpendam di bidang seni. Aksinya diatas panggung juga mencerminkan sikapnya yang suka membuat onar.

  1.  Bakatnya Dibaca oleh Sang Ibu

Yngwie Malmsteen tumbuh di keluarga broken home. Orangtuanya berpisah sesaat setelah ia lahir. Namun perhatian sang ibu, Rigmor tak pernah lepas terhadap anak-anaknya.
Rigmor pula yang menyadari keunikan bakat musik yang dimiliki Yngwie. Rigmor yang merupakan seorang seniman mengizinkan Yngwie tinggal di rumah dengan mengusung instrumen gitar dan peralatan rekamannya.

  1.  Demo Rekamannya Pernah Tak Digubris

Yngwie memutuskan berhenti sekolah pada usia 15 tahun, dan memilih fokus terjun di bidang musik. Dia pernah mengirimkan kaset demo berisi 3 lagu ke studio rekaman CBS Swedia, tapi sama sekali tidak digubris.
Yngwie lantas mencoba mengirimkan demo rekaman itu ke beberapa studio di luar negeri. Semangat pantang menyerahnya membuahkan hasil. Pemilik Shrapnel Records, Mike Varney tertarik dengan hasil karya Yngwie. Hingga akhirnya, Yngwie diundang ke Los Angeles untuk bergabung dengan Steeler, band paling baru dibawah label Shrapnel.

  1.  Melewati Masa Koma

Tepat tanggal 22 Juni 1987, Yngwie mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkannya koma selama satu minggu. Pasca pulih dari koma, dia juga harus menghadapi kenyataan bahwa tangannya tidak dapat berfungsi akibat penyumbatan pembuluh darah otak.

Sekali lagi, Yngwie membuktikan kebesaran hatinya. Dia berjuang keras mengikuti terapi untuk memulihkan kembali kondisi fisiknya. Namun ujian tidak berhenti sampai disini. Ibunya tercinta meninggal akibat penyakit kanker setelah menjalani rangkaian perawatan yang membutuhkan banyak biaya.
Di tengah situasi yang buruk, Yngwie terus bangkit. Berbagai cobaan itu justru membuatnya semakin gigih untuk kembali menekuni karir musik.

Pada tahun 1992, dia akhirnya berhasil mewujudkan impian untuk merekam sebuah album dengan iringan full orkestra. Album berjudul Fire & Ice ini mendapat sambutan hangat dari publik, khususnya di Benua Asia dan Eropa.

 

Selain sangat layak dijadikan influence atau acuan dalam belajar bermain gitar, Yngwie Malmsteen juga sangat layak dijadikan acuan dalam kehidupan. Bagaimana semangat dia dalam bangkit menghadapi segala permasalahan dalam hidupnya, dan bangkit untuk kembali berkarya mewujudkan semua mimpi-mimpinya di dunia musik.

 

“JANGAN TAKUT BERMIMPI, JANGAN LELAH BERUSAHA, KARENA SUKSES ITU KITA YANG BUAT”

Amazing Books

 

Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber

 

Amelia Hapsari

- Kontributor WWW.AMAZINGBOOKS.CO -

 

Hilangkan stress mu dengan Coloring books "Good Bye Stress" dari Amazingbooks
Febri Valentino - Indonesia